Hibur Korban Gempa Lombok, Menpora Ajak 9 Peraih Medali Asian Games 2018
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora)
Imam Nahrawi menyempatkan diri untuk mengunjungi para korban gempa di
Lombok. Tak lupa, Menpora juga mengikutsertakan sembilan atlet Asian
Games 2018.
Kunjungan pertama Menpora,
Rabu (19/9/2018), adalah ke Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten
Lombok Utara. Menpora ingin melihat secara langsung kondisi Gelanggang
Olahraga (GOR) Kabupaten Lombok Utara yang hancur akibat bencana gempa.
Baca Juga
KONI Resmikan Kejurnas Hapkido Indonesia Ketiga di Jakarta
Menpora Minta Daerah Gaungkan Asian Para Games 2018
Menpora Tinjau Pemusatan Latihan Voli Duduk Asian Para Games
Ya, Lombok Utara memang jadi wilayah yang terkena dampak paling besar
dari bencana gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia tiba di lokasi
sekitar pukul 17.15 WIT bersama 11 atlet Asian Games 2018.
Dalam kunjungan itu, Menpora menyempatkan diri untuk bermain sepak
bola di lapangan. Ia berada dalam satu tim bersama Bima Sakti dan Rochy
Putiray selaku perwakilan AIA, serta dua anak dari pengungsian.
Selanjutnya, Imam Nahrawi juga sempat bermain voli yang dilanjutkan
dengan acara bernyanyi bersama.
"Ya ini dalam rangka trauma healing, bagaimana kita semua hadir di
sini memberikan sekedar jeda dari sebuah proses trauma yang sudah
berjalan dua bulan ini. Caranya menghibur mereka dengan mengajak bermain
bola, voli, bernyanyi. Ini cara kita untuk membuat mereka sedikit
terhibur atas peristiwa yang luar biasa ini," kata Menpora.
Bantuan Menpora
Anak-anak korban gempa Lombok bermain sepak bola, Rabu (19/9/2018)
Sebelas
atlet Asian Games 2018 yang ikut dalam rombongan adalah Yolla
Primadona, Hanifan Yudani Kusumah, Pipiet Kamelia, Ditha Juliana, Putu
Sita Dini, Sapwaturahman, Fadhlin, Berliana Marsheilla, dan I Gusti
Bagus Saputra. Selain itu, Menpora juga mengajak vokalis band Seventeen
Riefian Fajarsyah.
Tak hanya menghibur, Menpora juga memberikan bantuan berupa alat-alat
olahraga. Rinciannya adalah 160 bola voli, 800 bola kaki, 10 sepeda,
enam set tenis meja, 20 net voli, 30 net bulu tangkis, 16 ribu buku, dan
dua dus obat yang disebar di tujuh titik.
"Saya pun harus membawa banyak atlet, musisi, dan orang-orang yang
mungkin bisa memberikan sedikit jawaban, sedikit solusi, sedikit tempat
untuk curhat. Lalu bagaimana kita nanti ke depan dalam rangka
rekonstruksi agar bisa diperbaiki kembali," ujar Menpora.
"Terlebih, Lombok utara juga menjadi tempat yang bersejarah juga bagi
lahirnya bibit-bibit atlet kita, terutama atletik seperti (Lalu
Muhammad) Zohri dan lainnya. Ada juga pemain voli pantai berasal dari
NTB (Putu Sita Dini). Ada juga atlet downhill (Bagus Saputra). Artinya
ini adalah gudang," ia menambahkan.
Comments
Post a Comment